Lika-liku penjualan daging menjelang Idul Fitri

  1. Ini di Boyolali: Peternak sapi menahan pengiriman sapi ke RPH, menunggu peningkatan permintaan menjelang lebaran. Penurunan yang terjadi bisa sampai 30%. Petugas RPH sudah maklum, pedagang daging juga sudah maklum. Wahai KPPU, yang begini termasuk kartel gak?
  2. Daging beku seharga Rp85.000/kg hanya ada di perkotaan (Boyolali).
  3. Harga daging RPH meningkat di Cirebon.
  4. Pedagang daging Karawang belum mendapat pasokan daging beku, penaikan harga daging menyebabkan pembeli berkurang, padahal pembeli juga tidak suka daging impor.
  5. Koperasi di Sukabumi bisa menjual 1 ton daging impor seharga Rp95.000/kg dalam dua hari.

PETERNAK MULAI TAHAN KIRIM SAPI

Peternak sapi diduga mulai menahan pengiriman sapi ke rumah pemotong an hewan (RPH) hingga permintaan meninggi menjelang Lebaran. Seperti diungkapkan pengelola RPH Ampel Boyolali Aryo Pramono, Selasa (7/6), jumlah sapi yang dibawa ke RPH berkurang jika dibandingkan dengan biasanya. Dia mencontohkan, pada hari kedua Lebaran, hanya 100 sapi yang dikirim ke RPH. Padahal, biasanya RPH mendapat suplai 150 ekor. Pasokan sapi, lanjut dia, bila belajar dari tahun sebelumnya, akan mulai normal menjelang Lebaran. “Menjelang Lebaran, permintaan bisa meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat. Saat itu harga daging sapi pasti merangkak naik,” imbuh dia. Hingga kemarin, berdasarkan pantauan Media Indonesia di Pasar Legi dan Pasar Gede Solo, harga daging sapi segar kualitas prima belum turun dari Rp120 ribu per kg.

Yayuk, pemilik toko daging di Pasar Kembang, mengatakan harga daging sapi segar diperkirakan tidak akan turun, malahan naik menjelang Lebaran. Menurut dia, peternak banyak menunda mengirim pasokan hingga memasuki pertengahan Ramadan. Seiring dengan tingginya permintaan, dia memperkirakan menjelang Lebaran harga daging sapi akan lebih dari Rp120 ribu per kg. “Pasokan daging beku impor dengan harga Rp85 ribu per kg hanya berpengaruh di kota besar. Untuk Jawa Tengah yang jadi sentra sapi lokal, sulit menurunkan,” tuturnya. Di Kota Cirebon, Jawa Barat, harga daging sapi kembali naik menjadi Rp125 ribu per kg dari Rp120 ribu pada Minggu (5/6). Diding, pedagang daging sapi di Pasar Kanoman Cirebon, mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena harga beli dari RPH Batembat juga melonjak.

Di Karawang, Jawa Barat, harga daging sapi turun Rp10 ribu per kg dari Rp120 ribu menjadi Rp110 ribu. Pedagang daging sapi di Pasar Baru Karawang, Jajang, mengakui pada dua hari sebelum memasuki Ramadan, pedagang bersepakat untuk menaikkan harga daging karena pembelian sangat meningkat. Hanya, lanjut dia, karena pembeli berkurang, pedagang kembali bermufakat menurunkan harga daging sapi. Dia juga mengaku belum mendapatkan pasokan daging sapi beku impor.
Menurutnya, pedagang pasar tradisional kurang menyukai penjualan daging impor. “Pertama konsumen kurang suka daging beku. Selain itu, pedagang jarang punya pendingin,” ucapnya. Menurut pendiri Koperasi Garudayaksa Nusantara Baldatun Center Sukabumi Ade Dasep Zainal Abidin, animo masyarakat terhadap daging sapi beku impor seharga Rp95 ribu per kg cukup baik. Bahkan, koperasi yang dia pimpin telah menjual 1 ton daging sapi beku impor dalam dua hari pada Sabtu (4/6) dan Minggu (5/6). “Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dengan program daging sapi beku ini. Karena permintaan meningkat, pada Minggu kami meminta tambahan,” jelasnya.

– See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/49503/peternak-mulai-tahan-kirim-sapi/2016-06-08#sthash.hit9dd6H.dpuf

Indonesia’s beef consumption to increase

Beef consumption in Indonesia will double as the middle class continues to grow and the government encourages people to eat more meat. Indonesian Ambassador to Australia, Nadjib Riphat Kesoema estimates there are 60 million middle class Indonesians with a growing appetite for protein. He said the number is expected to reach 150 million in 20 years. “Now the consumption of beef is about 2.3 kg/capita. The government is determined to double or triple it in 10-20 years’ time. With the cooperation of Australia, I believe it will happen,” he said.

Indonesia to allocate millions to import breeding cattle

With an aim for feeder beef cattle self-sufficiency, Indonesia this year plans to import 50,000 heads of breeder cows from Australia. Muladno, Director General of Livestock and Animal Health said the cows will be distributed to farmer groups in different regions in the country. “This project will require USD 98 million,” he told Asian Agribiz. Dr Muladno explained that livestock and veterinary experts, feedlotters and academics will be enlisted to ensure the success of the project. He added that the government is considering abolishing the import duty for breeder cows which is at 5% currently.